SIANTAN SELATAN – Sebanyak 45 warga dari Desa Telaga dan Desa Kiabu, Kecamatan Siantan Selatan, mengikuti pelatihan pertanian dan peternakan yang difasilitasi Anambas Foundation bersama Dinas Perikanan, Pertanian dan Pangan (DP3) Kabupaten Kepulauan Anambas pada 18–19 Juni 2026.
Kegiatan ini melibatkan kelompok Home Farming dan kelompok tani yang mengelola kebun serta usaha pangan skala rumah tangga. Materi yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing desa agar dapat diterapkan langsung oleh peserta dalam kegiatan sehari-hari.
Di Desa Telaga, pelatihan difokuskan pada sektor pertanian dan diikuti oleh 25 peserta. Bersama tenaga penyuluh DP3, peserta belajar cara menyemai bibit, membuat media tanam, hingga mengatasi serangan hama yang kerap menjadi kendala dalam budidaya sayuran dan tanaman pangan.
Selain menerima materi, peserta juga diajak mempraktikkan langsung teknik budidaya yang dibahas selama pelatihan. Berbagai persoalan yang dihadapi petani di lapangan turut menjadi bahan diskusi, mulai dari pertumbuhan tanaman yang kurang optimal hingga perawatan tanaman agar lebih produktif.
Sementara itu, sekitar 20 peserta di Desa Kiabu mengikuti pelatihan yang mencakup sektor pertanian dan peternakan. Selain membahas budidaya tanaman, warga juga mendapatkan materi mengenai pengelolaan ayam petelur yang dapat dikembangkan untuk mendukung kebutuhan pangan keluarga.
Pada sesi peternakan, peserta belajar mengenali tanda-tanda penyakit pada ayam, cara pemberian vitamin yang tepat, serta perawatan ayam petelur sejak usia DOC (Day Old Chick) hingga memasuki masa produksi. Materi tersebut diberikan untuk membantu peternak menjaga kesehatan ternak sekaligus meningkatkan produktivitasnya.
Di wilayah kepulauan seperti Anambas, ketersediaan pangan kerap dipengaruhi oleh faktor distribusi dan kondisi cuaca. Karena itu, kemampuan masyarakat untuk mengelola sumber pangan secara mandiri melalui pertanian dan peternakan menjadi salah satu langkah penting dalam memperkuat ketahanan pangan keluarga.
Melalui pelatihan ini, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga keterampilan praktis yang dapat diterapkan langsung di kebun maupun kandang yang mereka kelola. Dengan kemampuan yang terus berkembang, masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan potensi pertanian dan peternakan lokal secara lebih optimal.





Leave a Reply