Yayasan Anambas dan Guru-Guru Kepulauan Anambas Berkolaborasi Membangun Generasi Penjaga Laut dan Pulau-Pulau Kecil Berkelanjutan

TAREMPA, 3 Juli 2026 – Yayasan Anambas bersama para guru secara resmi memulai kolaborasi melalui Teacher Conservation Network (TCN), sebuah inisiatif yang bertujuan memperkuat peran pendidik sebagai agen perubahan dalam membangun generasi yang peduli terhadap lingkungan, menjaga kelestarian laut, serta mendukung pembangunan pulau-pulau kecil yang berkelanjutan.

Pelatihan TCN ini didukung oleh Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (DISDIKPORA) Kabupaten Kepulauan Anambas. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus memperkuat kesadaran lingkungan sejak usia dini. Selama enam hari (29 Juni–2 Juli 2026), sebanyak 7 orang guru dari 4 sekolah—yakni SDN 03 Sunggak, SMPN 1 Sunggak, SMPN 1 Telaga, dan SMPN 1 Kiabu—mengikuti rangkaian pembelajaran intensif.

Para peserta yang berasal dari wilayah Sunggak (Jemaja Barat), Telaga (Siantan Selatan), dan Kiabu (Siantan Selatan) ini dibekali materi mengenai ekosistem laut, terumbu karang, mangrove, satwa laut dilindungi, konektivitas hulu hingga laut (ridge to reef), pengelolaan sampah berkelanjutan, hingga dampak perubahan iklim bagi kepulauan. Tidak hanya di dalam kelas, para guru juga diajak melakukan kunjungan lapangan ke kawasan konservasi hutan di Gunung Timur untuk melihat habitat bunga Rafflesia dan Air Terjun Temburun, ekosistem mangrove, serta tata kelola Bank Sampah Palmatak sebagai metode pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning).

Program Teacher Conservation Network merupakan pengembangan dari program KELAUT (Kelas Alam Laut) yang telah dijalankan Yayasan Anambas sejak tahun 2021 di 12 sekolah (termasuk wilayah Letung, Landak, Mengkait, Piasan, dan Pian Pasir) yang telah memberikan dampak edukasi kepada lebih dari 1.000 siswa. Melalui KELAUT, tim Yayasan Anambas hadir langsung di ruang kelas untuk mengedukasi siswa mengenai ekosistem pesisir. Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa guru memiliki peran yang sangat strategis dalam membentuk karakter generasi muda jangka panjang. Oleh karena itu, pendekatan baru dikembangkan dengan memperkuat kapasitas guru sebagai mitra utama agar nilai pelestarian lingkungan dapat terus diintegrasikan ke dalam proses belajar mengajar di sekolah secara berkelanjutan.

Bagi wilayah kepulauan seperti Anambas, laut dan daratan merupakan satu kesatuan ekosistem yang tidak terpisahkan. Oleh karena itu, investasi terbesar untuk menjaga kelestarian bentang alam tersebut berada pada pembentukan karakter generasi mudanya sejak dini melalui bangku sekolah.

“Laut yang sehat tidak hanya dijaga oleh para peneliti atau pegiat konservasi, tetapi juga dimulai dari ruang kelas. Guru adalah ujung tombak dalam membentuk pola pikir dan karakter anak-anak terhadap lingkungan. Melalui pelatihan TCN ini, kami ingin membekali para pendidik dengan pemahaman utuh mengenai konektivitas ekosistem dari gunung hingga ke laut (Ridge to Reef). Kami berharap jejaring guru ini mampu menginspirasi siswa mereka untuk menjadi Youth Citizen Science yang aktif menjaga kelestarian alam Anambas dari ancaman nyata seperti perubahan iklim dan polusi sampah,” ujar Novita Permata Putri, Manager Marine Conservation Anambas Foundation.

Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kepulauan Anambas menyambut baik pelaksanaan program ini sebagai bentuk kolaborasi nyata antara dunia pendidikan dan upaya pelestarian lingkungan dari bentang darat hingga pesisir.

“Program pelatihan ini sangat bagus dan berarti bagi para guru, dikarenakan daerah Anambas adalah daerah kepulauan yang berdekatan dengan laut. Tidak hanya laut, daerah Anambas juga memiliki mangrove, terumbu karang, serta hutan yang terjaga dan terkenal memiliki bunga Rafflesia. Diharapkan para guru dapat menggali ilmu dari pelatihan ini agar kedepannya dapat menyampaikan kepada para siswa di sekolah, karena guru jugalah yang nantinya menjadi garda terdepan dalam menyampaikan materi lingkungan dan ekosistem ini kepada para siswa,” ujar Zuherman, Kepala Bidang Pendidikan Dasar DISDIKPORA Kabupaten Kepulauan Anambas.

Namun, mengintegrasikan pendidikan lingkungan memerlukan pendekatan kontekstual yang dialami langsung oleh para guru agar materi yang diajarkan di kelas menjadi lebih hidup dan relevan dengan kondisi lapangan.

“Kesan saya ketika melakukan kunjungan ke lokasi konservasi hutan, di sana saya banyak mengetahui berbagai jenis tumbuhan yang tidak pernah saya temui sebelumnya dan memahami ketergantungan yang saling menguntungkan antar-tumbuhan. Untuk kunjungan ekosistem mangrove, saya jadi tahu jenis mangrove di Anambas dan pentingnya bagi manusia. Begitu pula di Bank Sampah Palmatak, kami belajar memilah jenis sampah yang ternyata memiliki nilai jual berbeda. Selama ini kami mengajarkan lingkungan hanya dari buku pelajaran. Pengalaman langsung ini membuat kami semakin tertarik belajar lebih dalam dan berharap Yayasan Anambas terus memberikan pengetahuan baru seperti ini,” ungkap Janiati, salah satu peserta pelatihan dari SDN 03 Sunggak.

Kunjungan lapangan tersebut juga memberikan catatan emosional penting bagi para pendidik, khususnya saat mengamati habitat bunga Rafflesia di Gunung Timur. Kunjungan tersebut menjadi pengingat nyata akan pentingnya perlindungan hutan yang lebih ketat setelah para peserta melihat langsung tantangan kelestarian 

Melalui momentum kelulusan pelatihan Teacher Conservation Network ini, kolaborasi antara sekolah, pemerintah, dan lembaga non-pemerintah diharapkan mampu menciptakan ekosistem pendidikan lingkungan yang berkelanjutan. Dengan kuatnya kapasitas para guru, generasi muda Anambas masa depan dapat tumbuh menjadi pelindung alami bagi kelestarian pulau mereka sendiri.

Tentang Anambas Foundation

Anambas Foundation adalah organisasi non-pemerintah (NGO) yang berfokus pada konservasi hutan, konservasi laut, dan pemberdayaan masyarakat di Kepulauan Anambas. Melalui pendekatan yang mengintegrasikan konservasi ekosistem dan ekonomi sirkular, Anambas Foundation bekerja bersama masyarakat untuk mendukung pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan komunitas pesisir.

Kontak Media

DivisiCommunication & Public Affair Anambas Foundation
Emailconnect@anambasfoundation.org
Telepon/WhatsApp+62 811-7047-627
Situs Webanambasfoundation.org
Instagram@anambasorg
TikTok@anambasfoundation

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *