Anambas Sustainability Dialogue 2026

Anambas Sustainability Dialogue 2026

Thursday, 29 October 2026
Tarempa, Kabupaten Kepulauan Anambas

Tentang Kegiatan

Bagaimana memastikan kekayaan alam Anambas tetap terjaga, sementara masyarakat yang hidup di dalamnya juga memiliki kesempatan untuk berkembang?

Sebagai wilayah kepulauan yang bergantung pada sumber daya laut dan darat, Anambas menghadapi berbagai tantangan dalam mengelola lingkungan sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat. Upaya konservasi tidak dapat berjalan sendiri. Dibutuhkan keterlibatan masyarakat, dukungan pemerintah, serta kerja sama berbagai pihak agar pengelolaan sumber daya alam dapat memberikan manfaat jangka panjang.

Melalui Anambas Sustainability Dialogue 2026, Yayasan Anambas menghadirkan ruang pertemuan bagi pemerintah, masyarakat desa, pengelola kawasan konservasi, akademisi, organisasi konservasi, dan pelaku usaha untuk bertukar pandangan, membahas tantangan, serta mencari peluang kolaborasi dalam mendukung masa depan Anambas yang berkelanjutan.


Apa yang Dibahas?

Mengangkat tema “Pengelolaan Sumber Daya Alam untuk Penguatan Ekonomi Lokal dan Ketahanan Kepulauan Anambas”, dialog ini membahas sejumlah isu yang berkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan di Anambas.

Beberapa topik utama yang menjadi pembahasan meliputi:

  • Pengelolaan Sumber Daya Alam: Memperkuat tata kelola sumber daya laut dan darat dengan mempertimbangkan keberlanjutan ekosistem.
  • Prioritas dan Kebutuhan Desa: Mengangkat perspektif masyarakat Desa Bayat, Kiabu, Telaga Kecil, dan Telaga Besar mengenai tantangan serta potensi di wilayah masing-masing.
  • Penguatan Ekonomi Lokal: Membahas peluang pengembangan usaha masyarakat, akses pasar, dan penguatan kapasitas ekonomi desa.
  • Kolaborasi Multipihak: Mengidentifikasi peran pemerintah, masyarakat, akademisi, organisasi konservasi, pengelola kawasan, dan sektor usaha dalam mendukung pengelolaan sumber daya alam.

Menghadirkan Perspektif dari Berbagai Pihak

Anambas Sustainability Dialogue 2026 mempertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk membahas pengelolaan sumber daya alam dari sudut pandang yang berbeda.

Keterlibatan perwakilan empat desa menjadi bagian penting dalam dialog ini. Masyarakat menyampaikan langsung persoalan yang mereka hadapi, mulai dari pengelolaan wilayah tangkap dan kebutuhan perlindungan ekosistem hingga tantangan pemasaran produk lokal dan pengembangan usaha desa.

Diskusi juga melibatkan pemerintah daerah, pengelola kawasan konservasi, akademisi, organisasi konservasi, serta pelaku usaha untuk mempertemukan kebutuhan di tingkat desa dengan dukungan dan kapasitas yang dimiliki masing-masing pihak.

Susunan acara dan pembicara Anambas Sustainability Dialogue 2026
Pembicara dan penanggap Sesi 1 dan Sesi 2

Dari Dialog Menuju Kolaborasi

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, Yayasan Anambas menandatangani kesepakatan kerja sama dengan empat desa, yaitu Bayat, Kiabu, Telaga Kecil, dan Telaga Besar. Kesepakatan ini menjadi langkah awal untuk memperkuat kerja bersama dalam mengidentifikasi prioritas desa, mengembangkan rencana kegiatan, serta mendorong pengelolaan sumber daya alam berbasis masyarakat.

Seremoni penandatanganan MoU dan peluncuran Anambas Sustainability Forum 2027
Seremoni penandatanganan MoU dan peluncuran Anambas Sustainability Forum 2027

Dialog ini juga menjadi ruang untuk membahas langkah tindak lanjut, termasuk penguatan koordinasi antarpihak dan penyusunan rencana kerja berdasarkan kebutuhan serta potensi masing-masing desa.

Melalui Anambas Sustainability Dialogue, Yayasan Anambas ingin mendorong agar upaya konservasi tidak berjalan terpisah dari kehidupan masyarakat. Sebab, masa depan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat Anambas saling berkaitan dan membutuhkan kontribusi bersama.

Dari Anambas, untuk masa depan pulau yang lebih berkelanjutan.