Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) dan Anambas Foundation Resmikan Kerja Sama, Perkuat Pendidikan dan Riset untuk Wilayah Kepulauan

TANJUNGPINANG, 15 September 2026 — Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) dan Anambas Foundation resmi menjalin kerja sama untuk memperkuat pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada wilayah kepulauan. Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di tingkat universitas dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) bersama Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP) UMRAH, Selasa (15/9), di Gedung Satu Gurindam Ismeth Abdullah, Kampus UMRAH Dompak, Tanjungpinang.

Melalui kerja sama ini, UMRAH dan Anambas Foundation akan mengembangkan berbagai program yang menghubungkan pembelajaran di kampus dengan pengalaman di lapangan, khususnya di Kabupaten Kepulauan Anambas. Program tersebut meliputi penelitian bersama, Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), Kuliah Kerja Nyata (KKN), magang dan praktik lapangan, serta kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

MoU menjadi payung kerja sama antara UMRAH dan Anambas Foundation, sementara PKS menjadi langkah lanjutan untuk pelaksanaan program kolaborasi secara lebih konkret di tingkat FIKP UMRAH. Ruang lingkupnya mencakup pendidikan, penelitian, publikasi, pengembangan pengetahuan, hingga pembelajaran di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil.

Bagi UMRAH, kerja sama ini menjadi bagian dari upaya memperkuat peran perguruan tinggi dalam menjawab tantangan pembangunan di wilayah kepulauan. Wakil Rektor UMRAH, Dr. Suryadi, S.P., S.H., M.H., mengatakan kolaborasi ini diharapkan membuka lebih banyak kesempatan bagi dosen dan mahasiswa untuk terlibat langsung dalam kegiatan yang berdampak bagi masyarakat.

“Kami berharap kerja sama ini membuka lebih banyak kesempatan bagi dosen dan mahasiswa untuk terlibat dalam kegiatan yang memberi manfaat bagi masyarakat, sekaligus memperkaya proses pembelajaran dan penelitian,” ujarnya.

Komitmen tersebut disambut FIKP UMRAH sebagai peluang untuk memperluas pengalaman belajar mahasiswa di luar ruang kelas. Dekan FIKP UMRAH, Dr. Dony Apdillah, S.Pi., M.Si., mengatakan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil merupakan ruang belajar yang penting bagi mahasiswa ilmu kelautan dan perikanan.

“Mahasiswa perlu mengenal persoalan dan potensi wilayah pesisir secara langsung. Melalui kerja sama ini, mereka memiliki kesempatan untuk belajar bersama masyarakat, peneliti, dan berbagai pemangku kepentingan di lapangan,” katanya.

Bagi Anambas Foundation, kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi cara untuk mempertemukan pengetahuan akademik dengan pengalaman yang tumbuh dari wilayah kepulauan. Ketua Anambas Foundation, Devina Mariskova, mengatakan kawasan kepulauan membutuhkan lebih banyak ruang kolaborasi agar ilmu pengetahuan, praktik konservasi, dan kebutuhan masyarakat dapat berjalan beriringan.

“Wilayah kepulauan membutuhkan lebih banyak ruang kolaborasi yang mempertemukan ilmu pengetahuan, pengalaman lapangan, dan masyarakat. Kami berharap kerja sama ini membuka lebih banyak kesempatan bagi generasi muda untuk belajar, berkontribusi, dan menjadi bagian dari upaya menjaga masa depan laut dan wilayah kepulauan,” ujar Devina.

Penandatanganan kerja sama ini menjadi bagian dari Anambas Talk Series Vol. 1 yang diselenggarakan Anambas Foundation bersama FIKP UMRAH dalam rangkaian Special Session Marine Gurindam Seminar Series ke-6. Forum ini mempertemukan mahasiswa, akademisi, praktisi, pemerintah, dan organisasi masyarakat sipil untuk berdiskusi mengenai isu-isu kelautan, konservasi, dan pembangunan wilayah kepulauan.

Dalam kesempatan tersebut, Novita Permata Putri, Marine Conservation Manager Anambas Foundation, membawakan guest lecture bertajuk “Membangun Generasi Unggul di Bidang Ekonomi Biru yang Berkelanjutan.” Sesi ini mengajak mahasiswa mengenal berbagai peluang karier di sektor ekonomi biru, mulai dari konservasi laut, penelitian, pengelolaan sumber daya pesisir, hingga berbagai profesi yang mendukung pemanfaatan sumber daya laut secara berkelanjutan.

Rangkaian Anambas Talk Series Vol. 1 juga diisi dengan penayangan video dokumenter hasil kolaborasi Anambas Foundation bersama National Geographic yang mengangkat kisah keanekaragaman hayati dan upaya konservasi di Kepulauan Anambas.

Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan UMRAH, dosen, mahasiswa, perwakilan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepulauan Riau, Loka PSPL Tanjungpinang, serta berbagai mitra yang bergerak di bidang konservasi dan kelautan.

Kerja sama ini diharapkan menjadi awal dari lebih banyak kolaborasi antara UMRAH dan Anambas Foundation dalam memperkuat pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat di wilayah kepulauan, sekaligus membuka lebih banyak kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar dan berkontribusi langsung di Kabupaten Kepulauan Anambas.


Tentang Anambas Foundation

Anambas Foundation adalah organisasi nirlaba yang bekerja bersama masyarakat di Kepulauan Anambas untuk mendukung konservasi lingkungan, pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan pengetahuan dan kepemimpinan di wilayah pulau-pulau kecil melalui pendidikan, kolaborasi, dan komunikasi publik.

Kontak Media

DivisiCommunication & Public Affair Anambas Foundation
Emailconnect@anambasfoundation.org
Telepon/WhatsApp+62 811-7047-627
Situs Webanambasfoundation.org
Instagram@anambasorg
TikTok@anambasfoundation

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *